
Peak season Imlek itu kayak Black Friday-nya dunia pernikahan—venue bagus langsung sold out dalam hitungan minggu, harga naik, tanggal favorit raib. Tapi bedanya, Black Friday itu rebutan gadget. Ini rebutan hari paling penting dalam hidup Anda.
Sebagai wedding planner di Quattro Wedding yang udah handle puluhan wedding di season Imlek—dari intimate gathering 150 tamu sampai grand celebration 1000+ tamu—saya tahu persis drama apa aja yang sering terjadi:
“Wah venue impian udah fully booked, padahal baru mau booking…” “Harga tiba-tiba naik 40%, budget jadi kacau total…” “Venue oke sih, tapi ternyata nggak familiar sama tradisi Chinese, jadi banyak prosesi yang ribet…”
Sound familiar? Anda nggak sendirian.
Kabar baiknya: dengan strategi booking yang tepat, Anda tetap bisa dapet venue bagus dengan harga wajar—bahkan di tengah peak season sekalipun. Artikel ini bakal kasih panduan lengkap: kapan waktu terbaik mulai booking, apa aja yang harus dicek, dan gimana cara dapetin tanggal favorit tanpa stress atau budget meledak.
Kenapa Season Imlek Jadi Peak Season Banget?
Sebelum masuk ke strategi booking, penting ngerti dulu: kenapa sih Imlek jadi salah satu peak season terpadat untuk pernikahan?
Alasan pertama: Tanggal hoki dan feng shui. Banyak keluarga yang konsultasi dengan ahli feng shui atau cek kalender Tong Shu untuk tentuin tanggal pernikahan yang membawa keberuntungan. Hasilnya? Ada beberapa weekend di periode Imlek yang dianggap super auspicious—dan ini jadi rebutan. Weekend yang dianggap “hoki” bisa fully booked 10-12 bulan sebelumnya.
Alasan kedua: Libur panjang dan family gathering. Imlek biasanya jatuh akhir Januari atau awal Februari dengan cuti bersama. Praktis banget untuk family reunion dan tamu dari luar kota bisa dateng tanpa ribet cuti tambahan. Momentum berkumpul dengan extended family jadi kesempatan perfect untuk menikah.
Alasan ketiga: Simbolisme tahun baru. “New year, new beginning”—filosofi ini kuat banget di kultur Chinese. Memulai kehidupan pernikahan di tahun baru lunar dianggap membawa energi positif dan keberkahan.
Kombinasi tiga faktor ini bikin venue-venue Jakarta—terutama yang kapasitasnya gede dan punya track record bagus handle Chinese wedding—langsung sold out. Tim Quattro Wedding biasanya udah mulai terima booking untuk Imlek sejak awal tahun sebelumnya.
Large Scale vs Intimate: Tentukan Dulu Style Wedding Anda
Sebelum mulai hunting venue, ada satu keputusan penting yang harus diambil dulu: mau wedding skala besar atau intimate?
Grand Wedding Imlek (500-1000+ tamu):
Ini yang masih jadi mayoritas di wedding Imlek. Karakteristiknya:
- Extended family lengkap (sampai generasi kakek-nenek, om-tante, sepupu)
- Network bisnis orang tua (ini penting banget di kultur Chinese)
- Teman orang tua + teman sendiri
- Ada elemen “ramai = meriah = berkah”
Budget range biasanya mid to high nine-digit, dengan porsi terbesar di catering (karena Chinese banquet menu dan jumlah tamu banyak).
Untuk wedding dengan 800-1000 tamu misalnya, butuh space untuk tea ceremony stage, lion dance performance area, 80-100 meja bundar, plus photo booth. Timeline setup-nya juga lebih lama—bisa butuh 6-8 jam untuk dekor dan catering setup yang elaborate.
Intimate Imlek Wedding (100-300 tamu):
Ini trend yang semakin populer dari generasi muda. Karakteristiknya:
- Focus ke close family dan sahabat dekat
- Budget lebih manageable tapi dengan higher quality per guest
- Lebih personal—bisa interact dengan semua tamu
- Tetap hormati tradisi tapi dalam scale yang lebih kecil
Budget range biasanya low to mid nine-digit, dengan alokasi lebih fleksibel untuk upgrade quality (misalnya menu premium, entertainment lebih personal, atau foto/video yang lebih comprehensive).
Wedding intimate dengan 150-200 tamu tetap bisa ada tea ceremony dan tradisi Chinese lainnya, tapi suasananya lebih cozy. Advantage-nya: pengantin bisa meaningful interaction dengan hampir semua tamu dan acara terasa lebih warm dan personal.
Yang penting: nggak ada yang lebih benar atau salah. Ini tentang apa yang Anda dan keluarga inginkan. Tapi keputusan ini affect venue hunting karena nggak semua venue bisa accommodate both scales dengan baik.
Timeline Booking: Kapan Waktu Terbaik Mulai Survey?
Ini pertanyaan paling sering kami dapetin di Quattro Wedding: “Kapan sih sebaiknya mulai cari venue untuk wedding Imlek?”
Short answer: Sekarang. Seriously.
Long answer: Ini breakdown timeline yang ideal berdasarkan pengalaman kami handle puluhan wedding Imlek:
12 Bulan Sebelum Hari H
Apa yang harus dilakukan:
- Tentukan budget total dan alokasi per kategori (venue, catering, dekor, dll)
- Diskusi dengan keluarga: mau grand atau intimate? Tradisi apa yang must-have?
- Konsultasi tanggal baik dengan feng shui master (bawa 3-5 opsi tanggal)
- Mulai survey venue—target 3-5 venue untuk compare
- Research vendor dan lihat portfolio mereka
Why this matters: Venue terbaik untuk peak season Imlek biasanya udah mulai terima booking 10-12 bulan sebelumnya. Kalau Anda mulai 12 bulan sebelum, Anda masih punya pilihan bagus. Kalau baru mulai 6 bulan sebelum? Good luck—sebagian besar venue oke udah penuh.
10-11 Bulan Sebelum Hari H
Apa yang harus dilakukan:
- Finalisasi venue pilihan (setelah compare 3-5 venue)
- Negotiate harga dan package (peak season memang mahal, tapi masih bisa nego)
- Baca kontrak dengan teliti—especially reschedule policy
- Bayar DP dan tanda tangan kontrak
- Block tanggal di 1-2 venue backup (just in case)
Tips dari Quattro Wedding: Jangan terburu-buru booking di survey pertama, meskipun venue bilang “tinggal tanggal ini aja yang available.” Take your time untuk compare minimal 3 venue. Kadang yang “tinggal satu tanggal” itu marketing tactic. Venue yang confident dengan service-nya nggak akan pressure Anda.
8-9 Bulan Sebelum Hari H
Apa yang harus dilakukan:
- Lock vendor major: catering, dekorasi, fotografi/videografi, wedding planner
- Coordinate dengan venue soal technical requirement
- Mulai shortlist vendor lainnya: makeup, MC, entertainment
- Diskusi tema dan color scheme untuk dekor
Why vendor harus cepat: Peak season Imlek bukan cuma venue yang penuh—vendor bagus juga fully booked. Photographer atau MUA yang portfolio-nya oke biasanya udah penuh 6-8 bulan sebelumnya. Jangan sampai venue udah oke tapi vendor pilihan udah nggak available.
6 Bulan Sebelum Hari H
Apa yang harus dilakukan:
- Final meeting dengan venue: discuss floor plan, timeline, technical setup
- Bayar cicilan kedua (kalau ada payment scheme)
- Finalize guest list estimate—ini penting untuk catering dan seating arrangement
- Mulai bikin rundown acara detil
3-4 Bulan Sebelum Hari H
Apa yang harus dilakukan:
- Detailed coordination meeting dengan semua vendor
- Menu tasting untuk catering
- Finalisasi dekor: mock-up, color confirmation
- Bayar pelunasan venue (biasanya 1-2 bulan sebelum hari H)
- Siapkan backup plan untuk possible issues
1 Bulan Sebelum Hari H
Apa yang harus dilakukan:
- Final walk through venue
- Reconfirm dengan semua vendor
- Briefing ke keluarga dan bridal party tentang rundown
- Siapkan emergency kit dan contact list
Bottom line: Kalau sekarang Anda baca artikel ini dan planning untuk wedding Imlek 2027 (Januari 2027), mulailah survey venue sekarang. Kalau planning untuk Imlek 2026 yang tinggal beberapa hari lagi… well, Anda perlu action super cepat dan mungkin harus compromise dengan pilihan yang masih available.
8 Hal Krusial yang Harus Dicek Saat Survey Venue
Oke, Anda udah tahu kapan harus mulai. Sekarang: apa aja yang harus dicek pas survey venue untuk wedding Imlek?
1. Fleksibilitas untuk Tradisi dan Prosesi Chinese
Ini absolutely critical! Nggak semua venue familiar atau fleksibel dengan tradisi pernikahan Chinese.
Pertanyaan yang harus diajukan:
- Apakah venue pernah handle Chinese wedding sebelumnya? Berapa kali?
- Boleh ada tea ceremony di dalam ballroom atau harus di ruang terpisah?
- Bagaimana dengan lion dance performance? (Butuh space dan proper sound system)
- Apakah venue punya pengalaman dengan dekorasi dominan warna merah-gold?
- Timing: bisa accommodate upacara yang start sesuai perhitungan feng shui?
- Meja angpao di entrance—boleh dan ada space-nya?
Dari pengalaman tim Quattro Wedding, venue yang experienced dengan Chinese wedding bakal langsung ngerti requirements tanpa Anda harus explain berulang-ulang. Mereka udah punya checklist sendiri, pernah koordinasi dengan lion dance performers, tahu setup tea ceremony itu gimana.
Red flag: Venue yang bilang “iya boleh semua” tapi pas ditanya detail malah bingung atau kasih jawaban yang nggak confident. Artinya mereka cuma pengen closing deal tapi belum tentu bisa deliver pas execution.
Green flag: Venue yang langsung kasih referensi dari Chinese wedding sebelumnya, punya photo portfolio yang jelas, bahkan mungkin udah punya vendor recommendation yang familiar dengan Chinese wedding setup.
2. Kapasitas Real dengan Chinese Banquet Setup
Setup meja untuk wedding Chinese beda dengan setup western style:
- Meja bundar 10-12 orang (bukan rectangle atau 8 orang)
- Butuh lazy susan (meja putar) di tengah—ini perlu diameter meja yang lebih besar
- Spacing antar meja harus lebih lebar karena waiter serve dari berbagai sisi
Yang harus dicek:
- Venue claim “kapasitas 1000 tamu” itu dengan setup apa?
- Minta floor plan dengan Chinese banquet style setup
- Hitung: berapa meja bundar bisa muat? Jarak antar mejanya reasonable nggak?
- Apakah masih ada space untuk stage tea ceremony, lion dance area, photo booth, buffet table, dance floor?
Real case di Quattro Wedding: Ada venue yang claim kapasitas 800 tamu, tapi setelah kami hitung dengan Chinese banquet setup (meja bundar 10 orang plus lazy susan), actual capacity-nya cuma 600-650 tamu. Makanya kami always request floor plan detail sebelum commit.
For intimate wedding: Kalau Anda planning 150-200 tamu, cari venue yang nggak terlalu besar. Ballroom buat 1000 orang tapi isi cuma 150 tamu bakal terasa empty dan kurang intimate. Venue seperti GSK Hall yang capacity-nya designed untuk 100-300 tamu lebih cocok—space-nya pas, nggak terlalu sepi, biaya juga lebih reasonable.
3. Policy Vendor Luar dan Hidden Cost
Wedding Imlek biasanya butuh catering Chinese food yang proper—bukan cuma nasi goreng dan sapo tahu, tapi menu authentic seperti babi hong, bebek peking, dim sum, shark fin soup (atau alternatifnya), dan sebagainya.
Pertanyaan krusial:
- Venue wajib pakai catering in-house atau boleh vendor luar?
- Kalau boleh vendor luar, charge-nya berapa persen?
- Apakah ada preferred vendor list yang familiar dengan Chinese menu?
- Bagaimana dengan peralatan: piring keramik, mangkok, chopsticks—apa disediakan venue?
- Service charge dan tax berapa? (Jangan lupa ini bisa tambah 20-25% dari total)
Tim Quattro Wedding sering nemu case venue yang kelihatan murah di quotation awal, tapi setelah dihitung semua hidden cost malah jadi lebih mahal dari venue lain yang transparent dari awal.
Breakdown biaya yang harus clear:
- Venue rental: sudah include apa? (kursi, meja, taplak, panggung?)
- Sound & lighting: basic package atau full setup? Kalau ada lion dance butuh sound system yang kuat
- Electricity: ada batasan watt-nya? Kalau over bayar berapa?
- Cleaning service dan security: included atau charge terpisah?
- Overtime: kalau acara molor dari jam yang udah disepakati, charge per jam-nya berapa?
4. Waktu Setup dan Bongkar yang Fleksibel
Wedding Chinese dengan semua prosesi dan dekornya biasanya butuh setup time yang lebih lama dibanding wedding biasa.
Yang harus ditanyakan:
- Berapa jam sebelum acara bisa masuk untuk setup dekor?
- Ada charge tambahan nggak kalau butuh access lebih awal?
- Jam berapa venue harus sudah kosong setelah acara?
- Berapa biaya overtime per jam?
Real case dari Quattro Wedding: Wedding dengan 800 tamu, dekor elaborate merah-gold dengan backdrop besar, tea ceremony stage, plus lion dance setup—kami butuh 6-8 jam untuk setup everything. Venue yang cuma kasih 3-4 jam access bakal bikin team dekor ngebut dan hasil kurang maksimal.
For intimate wedding: Meskipun tamu cuma 150-200 orang, kalau konsep dekornya detailed, tetap butuh waktu setup yang cukup. Advantage intimate venue seperti GSK Hall biasanya lebih fleksibel dengan timing karena nggak seketat GSK Ballroom yang back-to-back ada acara lain.
5. Lokasi, Akses, dan Parkir
Dengan jumlah tamu wedding Imlek yang typically banyak—500-1000 untuk grand, atau 150-300 untuk intimate—lokasi venue dan parking capacity jadi super important.
Checklist lokasi:
- Apakah ada akses langsung dari tol atau jalan utama?
- Berapa kapasitas parkir? Cukup nggak untuk jumlah tamu expected?
- Kalau weekend Imlek (typically peak traffic), berapa estimasi perjalanan dari berbagai area Jakarta?
- Apakah ada landmark yang jelas supaya tamu nggak nyasar?
Venue yang accessible dari berbagai direction itu priceless. Tamu dari Jakarta Timur, Selatan, Barat, Utara semua bisa dateng tanpa stress macet 3 jam.
For large wedding: Parkir 500-800 mobil itu nggak main-main. Harus ada lahan yang luas atau basement yang kapasitasnya memadai. Quattro Wedding sering recommend klien untuk datang ke venue saat ada acara berlangsung (dengan izin venue) untuk lihat real condition parkir dan traffic flow.
For intimate wedding: Meskipun tamu cuma 150 orang (sekitar 80-100 mobil), tetap harus cek parking adequacy. Venue intimate yang di area residential kadang parkir-nya limited—ini bisa jadi issue.
6. Budget dengan Realistis: Peak Season = Premium Price
Mari kita jujur: venue di peak season Imlek pasti lebih mahal. Tapi seberapa mahal?
Estimasi kenaikan harga:
- Venue rental: naik 20-30%
- Catering: naik 15-25% (ingredient prices juga naik jelang Imlek)
- Dekorasi: naik 10-20% (demand tinggi, florist juga peak season)
- Fotografi: naik 10-15% (photographer bagus udah fully booked)
Ini bukan untuk nakut-nakutin, tapi supaya Anda bisa budgeting dengan realistis dari awal.
Tips smart budgeting dari Quattro Wedding:
- Allocate 20-35% lebih tinggi dari budget normal season
- Minta quotation detail dari 2-3 vendor untuk compare apples-to-apples
- Consider pilih tanggal seminggu setelah peak Imlek—harga udah normal tapi masih deket dengan momen perayaan
- Atau pilih weekday wedding: beberapa venue kasih discount 30-40%
- Untuk intimate wedding, budget per head bisa lebih tinggi (karena fixed cost venue dibagi jumlah tamu lebih sedikit), tapi total budget lebih manageable
7. Fasilitas Pendukung yang Sering Dilupakan
Detail-detail ini kedengarannya sepele, tapi pas hari H—ini yang bikin perbedaan antara acara smooth dan chaos.
Yang harus dicek:
- Toilet: Rasio ideal 1 toilet untuk 75-100 tamu. 1000 tamu butuh minimal 10-12 toilet
- Ruang ganti pengantin: nyaman, ada cermin besar, AC dingin, privacy
- Ruang tunggu untuk family dan bridal party
- Musholla atau prayer room
- AC dan ventilasi: powerful enough untuk crowd-nya?
Test AC pas survey: nyalain AC, tunggu 15-20 menit, rasain dinginnya cukup nggak. Wedding dengan 500-1000 tamu dalam satu ruangan—kalau AC kurang kuat, bye-bye comfort.
For intimate wedding: Meskipun tamu lebih sedikit, fasilitas tetap penting. Malah kadang untuk intimate wedding, expectation terhadap comfort level lebih tinggi karena focus-nya ke quality experience.
8. Track Record dan Referensi Chinese Wedding
Venue bisa kelihatan cantik pas kosong, tapi gimana performance-nya pas handle Chinese wedding? Itu yang penting!
How to check:
- Minta 2-3 kontak pasangan yang menikah (Chinese wedding) di venue dalam 6 bulan terakhir
- Check review di Google, Instagram, atau wedding forum
- Lihat portfolio: ada photo/video dari real Chinese wedding sebelumnya?
- Tanya track record: berapa kali handle wedding Imlek? Ada issue besar nggak?
Tim Quattro Wedding selalu encourage klien untuk contact reference dari venue. Tanya experience mereka: koordinasinya gimana? Ada surprise cost? Team venue-nya helpful? Acara berjalan smooth?
Green flag:
- Venue yang confident kasih kontak reference
- Banyak portfolio Chinese wedding dengan different scales
- Review positif yang specific (bukan generic “bagus” tapi detailed feedback)
Red flag:
- Venue yang nggak mau kasih reference dengan alasan “privacy”
- Portfolio cuma ada western wedding style
- Venue baru buka tapi claim expert in Chinese wedding
Intimate vs Grand: Mana yang Cocok untuk Anda?
Masih bingung mau grand atau intimate? Nih beberapa considerations yang bisa bantu decision-making:
Pilih Grand Wedding (500-1000 tamu) kalau:
- Family besar dan ada ekspektasi untuk invite extended family
- Orang tua punya network bisnis/sosial yang luas
- Budget memadai untuk handle scale besar
- Mau prosesi dan celebration yang “meriah” dengan full entertainment
- Ada pride dalam menunjukkan hospitality ke banyak tamu
Pilih Intimate Wedding (100-300 tamu) kalau:
- Prefer quality over quantity dalam guest list
- Budget lebih limited atau ingin allocate ke higher quality per aspect
- Mau bisa interact meaningful dengan semua tamu
- Appreciate more personal dan cozy atmosphere
- Orang tua supportive dengan konsep yang lebih modern
Real insight dari Quattro Wedding: Kami handle both scales dan honestly, kedua-duanya bisa equally memorable dan meaningful. Grand wedding itu spectacular dan impressive—there’s something about entering GSK Ballroom dengan 800 tamu cheering. Intimate wedding itu warm dan personal—you actually remember conversations with your guests.
Yang penting: keputusan ini harus aligned antara couple dan orang tua. Chinese wedding culture itu strong dalam family involvement—jadi discussion dan compromise penting banget.
Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
Dari puluhan wedding Imlek yang kami handle di Quattro Wedding, ini mistake paling sering terjadi:
1. Booking venue tanpa survey langsung “Udah lihat di Instagram bagus kok, booking aja.” NO! Foto bisa deceiving. Lighting beda, angle beda, dan yang paling penting: Anda nggak bisa feel the space tanpa dateng langsung.
2. Nggak baca kontrak dengan teliti Kontrak itu dokumen penting. Baca every single line:
- Kapan payment schedule-nya?
- What’s included, what’s additional charge?
- Reschedule policy gimana?
- What if venue breach contract?
3. Assume venue ngerti tradisi Chinese Jangan assume! Banyak venue yang belum pernah handle Chinese wedding properly. Always ask specifically tentang experience mereka.
4. Nggak allocate contingency fund Peak season itu penuh surprise. Always allocate 10-15% dari total budget untuk contingency.
5. Nggak koordinasi dengan family dulu Discuss dengan orang tua dan keluarga: tradisi apa yang must-have? Jangan sampai udah booking baru tau ada prosesi yang venue nggak bisa accommodate.
Timeline Quick Reference
12 bulan before: Survey venue, konsultasi tanggal 10-11 bulan before: Booking venue, bayar DP 8-9 bulan before: Lock major vendors 6 bulan before: Final meeting venue, confirm floor plan 3-4 bulan before: Detailed coordination, menu tasting 1 bulan before: Final walkthrough, reconfirm vendors
Why Choose Quattro Wedding sebagai Partner Planning Anda?
Wedding Imlek itu kompleks—ada banyak moving parts yang harus dikoordinasi dengan presisi. Quattro Wedding punya deep experience handle Chinese wedding dengan berbagai scales:
Track record kami:
- Puluhan Chinese wedding di peak season Imlek dengan 95%+ client satisfaction
- Experience handle both GSK Ballroom (500-1000 tamu) dan intimate celebration (100-300 tamu)
- Team yang familiar dengan tradisi Chinese dan prosesi yang harus ada
- Network vendor terpercaya yang experienced dengan Chinese wedding
Apa yang kami tawarkan:
- Konsultasi gratis untuk venue selection dan vendor recommendation
- Dedicated wedding coordinator yang experienced dengan Chinese wedding culture
- Transparent quotation dengan zero hidden cost
- Flexible reschedule policy (sampai 6 bulan before)
- End-to-end coordination dari planning sampai hari H
Venue options dari Quattro Wedding: Kami punya venue dengan different scales sesuai kebutuhan:
- Untuk grand celebration dengan 500-1000 tamu: GSK Ballroom dengan full facilities
- Untuk intimate gathering 100-300 tamu: GSK Hall yang cozy dan elegant
Both venues dilengkapi dengan:
- AC dan ventilasi yang powerful
- Sound system professional untuk lion dance dan entertainment
- Flexible setup untuk tea ceremony dan tradisi Chinese
- Adequate parking dan easy access
- Experienced team yang udah handle ratusan wedding
Kesimpulan: Planning is Key to Success
Wedding di peak season Imlek nggak harus stress atau budget meledak—kalau Anda planning dengan smart dan partner dengan yang tepat.
Key takeaways:
- Start early: minimal 8-12 bulan sebelum hari H
- Survey venue dengan checklist yang comprehensive
- Budget realistis dengan contingency fund
- Pilih venue yang experienced dengan Chinese wedding
- Decide: mau grand atau intimate? Keduanya bisa equally beautiful
- Partner dengan wedding planner yang ngerti culture dan requirements
Yang terpenting: wedding itu celebration of love. Dengan planning yang proper dan team yang experienced seperti Quattro Wedding, wedding Imlek Anda bakal jadi momen yang smooth, memorable, dan penuh keberkahan—bukan yang penuh drama dan stress.
Siap Planning Wedding Imlek Anda?
Quattro Wedding siap jadi partner Anda dari awal sampai akhir.
Hubungi kami untuk:
- Konsultasi gratis tentang venue dan planning
- Site visit ke venue kami (GSK Ballroom atau intimate GSK Hall)
- Quotation transparent tanpa hidden cost
- Connect dengan vendor terpercaya yang experienced
Konsultasi pertama gratis! Contact tim Quattro Wedding sekarang untuk diskusi wedding plan Anda.
Karena wedding di Imlek bukan cuma soal dapat venue yang available—tapi dapat venue dan team yang TEPAT untuk celebration terpenting dalam hidup Anda.
#NikahTenang dengan Quattro Wedding 🎊🧧

